Blog Persipura News Sedang Undermaintenance. STAY TUNED!

Jangan Lupa Kembali Untuk Melihat Update Terbaru Dari Kami!
Time to Launch
Pengumuman

Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Blog ini sementara dalam perbaikan.
Ikuti terus berita terkini melalui email dengan memasukan email Anda pada kotak surat kabar Persipura di bawah




Surat Kabar Persipura News

Masukan email Anda disini untuk menerima update terbaru langsung dari kami

Sunday, June 30, 2013

Jamu Persidafon, Lukas Mandowen Absen


Lukas Mandowen
PERSIPURANEWS  - Setelah melakoni dua laga tandang melelahkan di kalimantan, Persipura akan kembali menjalani laga lanjutan ISL dengan menjamu Persidafon Dafonsoro pada rabu (3/7) besok di Stadion Mandala Jayapura.

Dalam laga bertajuk Derby Papua ini, Persipura dipastikan akan kembali diperkuat gelandang bertahan Lim Jun Sik yang sempat absen di pertandingan terakhir akibat hukuman akumulasi kartu. Selain itu, pemain lainnya yang sempat kurang fit seperti Gerald Pangkali dan Ricardo Salampessy pun kondisinya telah berangsur-angsur membaik dan berpotensi dapat diturunkan dalam laga nanti. Namun kondisi pemain-pemain tersebut akan terus dipantau hingga menjelang pertandingan.

Meski sudah mendapat angin positif, Persipura tetap akan kehilangan Lukas Mandowen saat kontra Gabus Sentani. Pemain yang sering menjadi Supersub ini harus menjalani hukuman larangan bermain satu pertandingan akibat terkena kartu merah saat menghadapi Barito Putera (25/6). 

Manajemen Persipura sendiri telah memasang target meraih 9 poin untuk Persipura dalam menjalani 3 laga Derby Papua selama bulan juli ini. Selain menghadapi Persidafon (3/7), Persipura juga akan menghadapi Persiram Raja Ampat (7/7) dan Persiwa Wamena (28/7). Secara matematis, Persipura masih membutuhkan sekitar 13 poin lagi untuk memastikan gelar juara musim ini.

Tuesday, June 25, 2013

Takluk 1-0, Rekor Persipura Terhenti Di Demang Lehman

Persipuranews - Persipura jayapura akhirnya harus menerima kekalahan pertamanya musim ini. Dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) selasa (25/6) sore, tim Mutiara Hitam ditekuk tuan rumah Barito Putera dengan skor tipis 1-0.

Persipura sebenarnya berpotensi mencuri poin di Demang Lehman karena sepanjang permainan mampu memberikan perlawanan sengit serta dapat menciptakan beberapa peluang emas untuk menghasilkan gol, sayang semua usaha yang dilakukan Boaz Solossa dan kawan kawan gagal berbuah hasil.

Petaka bagi Persipura datang di dua menit terakhir waktu normal, kemelut didepan gawang Yoo jae hoon berhasil dikonversi Yongki ariwibowo yang baru masuk dibabak kedua. Skor 1-0 untuk tuan rumah.

Disisa waktu yang ada Persipura gagal mengejar ketertinggalan dan harus menerima kekalahan pertamanya sepanjang ISL musim ini.

Degan hasil ini, tidak merubah posisi kedua tim dimana Barito Putera masih tertahan diposisi 6 dan Persipura masih bertengger diperingkat pertama.

Monday, June 24, 2013

Tiga Pilar Absen, Persipura Siapkan Pengganti

Lim Jun Sik (kanan) harus absen
kontra Barito Putera (25/6) akibat
akumulasi kartu kuning
Persipuranews - Persipura Jayapura harus kehilangan tiga pilar saat menantang tuan rumah Barito Putera besok (25/6) sore. Mereka adalah gelandang bertahan Lim jun sik yang terkena akumulasi kartu kuning serta Gerald Pangkali dan Ferinando Pahabol yang masih cedera. Menanggapi hal ini, Persipura nampaknya sudah menyiapkan pemain lainnya untuk melapis tiga pilar yang absen ini.

"Dengan keadaan ini kami akan mendatangkan pemain muda lainnya yakni Ricky Kayame untuk melapis pemain yang ada," Ujar Pelatih Persipura, Jacksen F Tiago kepada Bola.net

Selain ketiga pemain ini, Ricardo Salampessy pun kondisinya sedang dipantau karena sempat mengalami cedera saat laga terakhir kontra Persiba kamis (20/6) lalu. Jika Ricardo tidak bisa tampil, kemungkinan besar posisinya akan diisi oleh Ortizan Solossa yang juga memiliki posisi bermain yang sama.

Tim Persipura sendiri pagi (24/6) tadi telah melakukan ujicoba lapangan Stadion Demang Lehman untuk persiapan laga besok.


Barito Putera Optimis Patahkan Rekor Persipura

Barito Putera
Persipuranews - Sehari mengjelang duel Barito Putera menghadapi Persipura di Stadion Demang Lehman, kubu tuan rumah yakin dapat memenangkan pertandingan kontra pemuncak klasemen sementara ISL ini. Pelatih Barito Putera, Salahudin menjelaskan kekalahan 4-1 diputaran pertama lalu sudah dijadikan bahan evaluasi untuk menghadapi laga nanti (25/6). Dia pun optimis anak asuhnya mampu menjadi tim pertama yang mengalahkan tim Mutiara Hitam musim ini.

"Saya tetap optimis anak-anak bisa mematahkan rekor Persipura," kata Salahudin seperti dikutip dari Bolanews.com.

Meski dalam optimisme yang tinggi, Salahudin juga menegaskan anak asuhnya tetap akan bekerja keras mengingat Persipura memiliki kualitas permainan yang merata ditiap lininya. Satu lagi, Persipura merupakan tim yang penampilannya paling konsisten hingga saat ini. Belum kalah sampai sekarang sudah cukup menjadi bukti ketangguhan Persipura dalam menjalani musim ini dari pertandingan ke pertandingan.

Namun apapun itu dalam sepakbola segala sesuatu tetap bisa terjadi, hal inilah yang dipercayai Salahudin untuk menyemangati Laskar Antasari dalam bentrok besok sore. "Bola itu bundar, Tidak ada yang tidak mungkin, termasuk mematahkan rekor tak terkalahkan Persipura," Sambungnya.


Sunday, June 23, 2013

Barito Putera Kuat Dikandang, Persipura Terbaik Ditandang

Tim Persipura saat melakukan ujicoba
lapangan stadion Persiba Balikpapan
(19/6).
Persipuranews - Duel laga lanjutan Indonesia Super League (ISL) antara tuan rumah Barito Putera menghadapi Persipura Jayapura di Stadion Demang Lehman, Martapura (25/6) dipastikan akan berlangsung sengit. Hal ini dikarenakan catatan apik kedua tim dimana Barito Putera belum pernah mengalami kekalahan ketika bermain di kandang sepanjang musim ini, sedangkan Persipura sendiri datang ke Banjarmasin dengan status sebagai pemuncak klasemen sementara ISL.

Musim ini, Barito Putera telah memainkan 12 pertandingan kandang dengan hasil yang cukup fantastis. Mereka hanya kehilangan poin saat ditahan imbang Persiram raja ampat dengan skor 2-2, selebihnya Barito selalu mengakhiri pertandingan dengan kemenangan. Rival Persipura dipapan atas seperti Arema bahkan harus mengakui keunggulan Barito Putera dengan skor 1-0 kala bermain di Demang Lehman pada putaran pertama lalu.

Meskipun begitu, Persipura juga memiliki catatan yang sangat baik dilaga tandang. Tim Mutiara Hitam menjadi tim yang paling banyak menghasilkan poin dikandang lawan dengan torehan 29 angka (8x menang dan 5x imbang). Itu merupakan catatan terbaik diantara diantara seluruh kontestan ISL hingga saat ini.

Duel ini juga nantinya akan menjadi ajang pembuktian bagi penyerang dari kedua tim yakni Coulibaly Djibril (Barito Putera) dan Boaz Solossa (Persipura) yang sedang bertarung sengit menjadi pencetak gol terbanyak musim ini.

Hadapi Barito Putera, Persipura Sudah Diperkuat Zah rahan

Sesi Latihan Persipura
di Balikpapan Sports Center
Sabtu (22/6) pagi.
Persipuranews - Persipura akan menghadapi laga terakhir dalam lawatan ke kalimantan saat dijamu Barito Putera selasa (25/6) besok. Laga ini terbilang cukup berat mengingat Barito merupakan salah satu tim kuda hitam yang kerap kali merepotkan beberapa tim besar di ISL musim ini. Apalagi dalam laga nanti Barito dipastikan akan mendapat dukungan penuh ribuan pendukungnya di Stadion Demang Lehman.

Persipura sendiri baru tiba di Banjarmasin siang tadi setelah memilih bertahan di Balikpapan usai laga menghadapi Persiba kamis (20/6) kemarin.

Kabar baik untuk Persipura, saat menghadapi Barito nanti mereka sudah bisa diperkuat playmaker Zah rahan krangar yang baru saja tiba di Indonesia (21/6) seusai membela negaranya Liberia diajang kualifikasi Piala Dunia 2014 Brazil. Kehadiran Zah rahan memang sangat dibutuhkan mengingat kinerjanya sangat baik sepanjang musim ini. Persipura sendiri harus bermain tanpa Zah rahan selama tiga pertandingan terakhir termasuk saat ditahan imbang Persiba 3-3.

Diputaran pertama lalu, Persipura berhasil melibas Barito Putera dengan skor 4-1 saat bermain di Stadion Mandala, Jayapura



Monday, June 17, 2013

Dari Awal Pelatih Mitra Kukar Pesimis Dapat Poin Di Mandala

Stefan Hansson (Pelatih Mitra Kukar)
Persipuranews - Kekalahan Mitra kukar atas tuan rumah Persipura Jayapura sepertinya sudah diprediksi akan terjadi oleh pelatih tim berjuluk Naga Mekes, Stefan Hansson. Dalam jumpa pers seusai laga di Stadion Mandala, hansson mengatakan dirinya sudah pesimis sebelum bertanding menghadapi Persipura.

"Dari awal saya sangat was-was dengan pertandingan sore hari ini (kemarin, red). saya juga tidak yakin kalau bisa mencuri poin dikandang Persipura, sebab pemain Mitra ada yang tidak sehat. Saya menguncapkan selamat buat Persipura yang musim ini sudah memantapkan diri sebagai tim yang akan menjuarai kompetisi ISL," kata Hansson seperti dikutip dari laman Liga Indonesia.

Kekalahan Mitra kukar atas Persipura seperti melengkapi kekalahan serupa yang terjadi pada putaran pertama lalu dimana Mitra kukar harus menyerah dengan skor telak 3-0 saat kedua tim bentrok di Stadion Aji Imbut, Tenggarong.

Meskipun begitu, Mitra kukar kembali ke Tenggarong dengan membawa tiga poin dalam tur Papua kali ini setelah dipertandingan sebelumnya mampu mengalahkan tuan rumah Persiwa Wamena (12/6) dengan skor 2-1.

Sempat Kesulitan, Boaz Bawa Persipura Tekuk Mitra Kukar

Selebrasi pemain Persipura saat menyambut
gol kemenangan yang diciptakan
Boaz Solossa (Liga Indonesia)
Persipuranews -  Persipura Jayapura terus melaju dalam ambisi menjadi juara Indonesia Super League (ISL) musim ini. Dalam laga sore (16/6) kemarin, tim Mutiara Hitam mampu memetik poin penuh kala menjamu Mitra kukar di Stadion Mandala Jayapura dengan skor tipis 1-0. Boaz menjadi pahlawan tuan rumah berkat gol tunggalnya pada paruh kedua untuk memastikan kemenangan Persipura.

Sejak kickoff babak pertama dimulai, Persipura langsung mengambil inisiatif menekan pertahanan tim tamu. Sebaliknya, Mitra kukar sendiri lebih banyak menempatkan pemain didaerah bertahan untuk mengantisipasi serangan-serangan Persipura. Hasilnya cukup efektif, Persipura pun cukup kesulitan dalam menembus pertahanan Mitra kukar. Beberapa kali percobaan Boaz dan Ian Kabes masih menemui jalan buntu. Hal serupa juga terjadi pada tim tamu yang hanya mengandalkan serangan balik dengan menempatkan seorang esteban herrera dilini depan. Skor imbang 0-0 bagi kedua tim bertahan hingga turun minum.

Dibabak kedua, Persipura pun langsung tancap gas dengan tetap memegang kendali permainan. Menit 59 Jacksen F Tiago memasukan Ferinando Pahabol untuk menggantikan Tinus Pae. Usaha ini pun efektif, setelah terus menyerang Persipura akhirnya mampu menjebol gawang Mitra kukar. Berawal dari umpan terukur Bio Paulin kedalam kotak penalti, Boaz pun menyambutnya dengan sundulan akurat yang tak mampu dibendung kiper Mitra kukar. Skor pun berubah menjadi 1-0 untuk tuan rumah.

Setelah tertinggal, Mitra kukar berusaha keluar menyerang untuk mengejar ketinggalan namun usaha tim tamu tak kunjung membuahkan hasil. Persipura sendiri beberapa kali sempat mendapatkan peluang emas untuk menggandakan keunggulan, sayang tidak ada satupun yang berakhir menjadi gol. Skor inipun bertahan hingga akhir pertandingan untuk kemenangan Persipura.

Dengan hasil ini, Persipura makin kokoh dipuncak klasemen dengan torehan 63 poin unggul 14 angka atas Arema yang berada diposisi kedua. Sedangkan bagi Mitra kukar, kekalahan ini tak membuat mereka beranjak dari peringkat 5 dengan poin 43.







Friday, June 14, 2013

10 Pertandingan Lagi, Unbeatable?

Ferinando Pahabol saat berusaha melewati M Roby
dalam laga Persipura vs Persisam kemarin
(Liga Indonesia)
Persipuranews - Kompetisi sepakbola kasta tertinggi tanah air Indonesia Super League (ISL) terus berjalan menuju akhir musim. Dengan telah melewati pertandingan ke-24, praktis seluruh kontestan ISL kini hanya tinggal menyisakan sekitar 10 pertandingan lagi untuk menutup musim kompetisi 2012/2013.

Semua tim kini berlomba lomba mengumpulkan poin sebanyak mungkin untuk mendapatkan posisi terbaik dalam tabel klasemen akhir nantinya. Khusus di persaingan menuju podium juara, Persipura layak dikedepankan sebagai kandidat paling kuat yang akan mengangkat trofi ISL kali ini. Dengan keunggulan 9 angka atas Arema (jika mereka menang atas Gresik) plus penampilan yang sangat konsisten sepanjang musim ini menjadi alasan kuat Boaz Solossa dan kawan kawan akan mengakhiri musim dengan status juara.

Meskipun begitu, dalam sepakbola segala sesuatu tetap saja bisa terjadi. Bahkan jika dihitung secara matematis, Barito Putra yang kini berada diposisi 6 dengan poin 40 pun masih memiliki peluang untuk menjadi juara. Persipura masih akan tetap bekerja keras disisa kompetisi jika ingin benar benar memastikan diri sebagai yang terbaik.

Penampilan Persipura musim ini memang sangat luar biasa, selain terus berada dipuncak klasemen sejak pertandingan ke-11, kapten tim Boaz Solossa juga masih bertengger diposisi teratas daftar pencetak gol sementara dengan torehan 20 gol, unggul 3 gol atas Coulibaly djibril (Penyerang Barito Putra) yang menempel ketat diposisi kedua. Boaz bahkan mampu mengalahkan kandidat kandidat lainnya yang notabene merupakan pemain asing dan naturalisasi. Sesuatu yang membanggakan tentunya disaat prestasi pemain lokal tenggelam dengan kualitas talenta asing.

Selain catatan diatas, ada satu hal menarik dari Persipura musim ini yang menjadi sorotan para penggila bola ditanah air. Ya, hal itu adalah belum kalahnya tim berjuluk Mutiara Hitam hingga saat ini. Sebuah pencapaian yang patut diberikan apresiasi meskipun sebenarnya capaian tersebut masih bisa bertambah. Hingga pertandingan ke-24, Persipura hanya mampu ditahan imbang sebanyak 6 kali dan 18 pertandingan lainnya berakhir dengan kemenangan. Persipura bahkan mampu menumbangkan tim yang digadang-gadang sebagai pesaing utama merebut gelar juara yakni Arema Indonesia, Sriwijaya FC dan Mitra Kukar dikandangnya sendiri. Selain itu, satu unggulan lainnya seperti Persib Bandung pun mampu ditahan imbang Persipura di kandangnya.

Dengan situasi seperti ini, pertanyaan pun bermunculan. Akankah ada tim yang akhirnya mampu mengalahkan Persipura untuk menghentikan rekor tak terkalahkan tersebut? Atau Persipura yang akan menciptakan sejarah sebagai tim pertama dalam persepakbolaan Indonesia yang mampu bermain Unbeatable selama satu musim kompetisi. Sangat menarik memang untuk menunggu hasil akhir dari 10 laga sisa Persipura musim ini.

Dalam beberapa kesempatan pelatih Persipura, Jacksen F Tiago menegaskan timnya tidak mengejar rekor sebagai tim yang tak terkalahkan selama satu musim. Tujuan utama Persipura adalah dengan tampil sebagai juara.

"Cepat atau lambat akan ada klub yang mengalahkan Persipura. Kekalahan adalah hal lumrah dalam sepakbola. Buat saya rekor tak terkalahkan bukan prioritas utama. Menjadi juara kompetisi adalah terget yang wajib direalisasikan," kata Jacksen baru baru ini kepada bolanews seusai Persipura mengalahkan Persija 3-2 di SUGBK (4/6).

Juara jelas menjadi fokus Persipura, namun jika melihat peragaan permainan Persipura saat ini, rasanya bukan tidak mungkin rekor Unbeatable itu akan tercipta. Prediksi dari beberapa pengamat sepakbola tanah air pun mulai bermunculan. Mulai dari tim mana yang berpotensi mengalahkan Persipura hingga peluang Persipura menciptakan sejarah.

10 pertandingan sisa Persipura sendiri akan dimainkan di Jayapura sebanyak 5 kali dan di partai tandang sebanyak 5 kali. Tanpa mengecilkan peluang tim lain, rasanya Mitra kukar dan Persib Bandung adalah dua tim yang paling mungkin merepotkan Persipura di sisa laga kandang musim ini. Mitra kukar akan dijamu Persipura akhir pekan (16/6) nanti, sedangkan Persib akan datang dipenghujung kompetisi. Dilaga tandang, Barito Putra sebagai lawan yang sudah diperhitungkan beberapa kalangan akan mampu mengganjal laju Persipura. Tentunya prediksi ini dilihat dari posisi calon lawan di klasemen sementara. Selain dari tiga tim yang sudah disebutkan, Persipura diprediksi akan mampu melewati partai lainnya saat menghadapi 7 tim yang berada dipapan tengah hingga yang berada di zona degradasi.

Secara matematis, jika tim yang berada dipapan atas saja bisa dikalahkan dikandangnya, harusnya Persipura sudah pasti akan mengakhiri musim ini dengan status tak terkalahkan dengan melihat sisa lawan yang akan dihadapi. Sayang, sepakbola adalah permainan diatas lapangan yang situasinya selalu berubah tiap saat dan tiap pertandingan. Persipura bisa menang atas Arema di Kanjuruhan tapi mampu ditahan imbang Pelita Bandung Raya di Stadion Mandala. Mungkin itu adalah sedikit fakta bahwa sepakbola tidak bisa dihitung secara matematis.

So, mari kita tunggu hingga akhir musim nanti. Pastinya dengan kerja keras tanpa henti Persipura akan mendapatkan hasilnya diujung kompetisi.. Bravo Persipura!!












Sponsor Resmi Persipura Jayapura



Persipuranews - PT Freeport Indonesia secara resmi menjadi salah satu sponsor tim Persipura Jayapura, yang akan berlaga dalam Liga Super Indonesia (LSI).

Kepastian PT Freeport Indonesia menjadi salah satu sponsor utama Persipura Jayapura, disampaikan langsung ketua umum tim berjuluk Mutiara Hitam itu, Benhur Tomi Mano, saat perkenalan (launching) tim di lapangan PTC, Entrop, Senin (28/11).

"PT Freeport dan Telkomsel menjadi sponsor baru yang berhasil kita gandeng, setelah sebelumnya ada Bank Papua dan Bosowa," tuturnya. Tanpa menyebut besaran nilai kontrak sponsor atau model perjanjian dengan PT Freeport dan Telkomsel, Benhur Tomi Mano yang kesehariannya adalah Wali kota Jayapura berharap semakin banyak pihak yang menjadi sponsor, tim kebanggaan Papua itu bisa terus berprestasi hingga kancah Asia.

"Kita semua punya harapan yang sama, Persipura mengharumkan nama Papua dan Negara Indonesia lewat prestasi sepak bolanya," ujar Mano.

Tim Persipura sendiri secara resmi melakukan perkenalan pemainnya. Sedikitnya 26 pemain yang dikontrak tim asal Kota Jayapura itu, untuk mengarungi kompetisi yang diikutinya, yakni Liga Super Indonesia.

Adapun anggota tim Persipura Jayapura, pelatih kepala Jaksen Tiago, manajer Rudi Maswi, asisten pelatih, Mettu Duaramurri, pelatih kiper, Alan Haviludin, pelatih fisik, Oswaldo Lessa, dan dokter tim, dr Agustinus Heatubun.

Sedangkan para pemain terdiri dari Yoo Jae Hoon (kiper), Ferdiansyah (kiper), Eki Sabililah (kiper), Philipus Basik-basik (kiper), Boas Solossa (kapten), Ortizan Solossa, Tinus Pae, Viktor Pae, Titus Bonay, Lukas Mandowen, Gerald pangkali, Johanis Tjoe, Ian Luis Kabes, Ricardo Salampessy, Imanuel Wanggai, Imanuel Padwa, David Lali, Stevy Bonsapia, Daniel Tata, Marco Kabiay, Moses Banggo, Yulianus Watora.

Lalu sejumlah nama pemain asing yang memperkuat tim yakni, Beto Goncalves, Zah Rahan Karanggar, Bio Paulin Pierre. Pada tanggal 1 Desember nanti, tim Persipura dijadwalkan berlaga melawan tamunya Persiba Balikpapan di Stadion Mandala, dalam laga LSI.

(Sumber: Republika.co.id)

Profil 'El Entrenador' Jacksen F Tiago


Full Name        : Jacksen Ferreira Tiago
Date of Birth   : May 28, 1968 (Age 45)
Place of Birth  : Rio de Janiero
Nationality      : Brazil
Position           : Manager/Coach
NickName       : 'Big Man'


Sekilas Info

Atmosfer sepakbola Indonesia bukanlah sesuatu yang asing bagi Jackson Ferreira Tiago. Pria kelahiran Rio de Janeiro, Brasil, 28 Mei 1968 ini telah malang-melintang di sejumlah klub dan hingga saat ini lebih dari 17 tahun menghabiskan karirnya sebagai pemain dan pelatih di Indonesia.  

Saat menjadi pemain Jacksen dikenal sebagai penyerang yang sangat opportunis sehingga Ia berhasil mencicipi berbagai gelar juara. Musim perdana di Liga Indonesia bersama Petrokimia Putra langsung dibawa menjadi runner-up tahun 1995. Musim berikutnya Ia langsung diboyong oleh PSM Makassar yang kembali dibawanya menjadi Juara Wilayah Timur dan akhirnya menjadi runner-up Liga Indonesia musim 1995/96.

Tahun 1996 Jacksen diboyong oleh Persebaya dan disini Ia meraih pencapaian yang gemilang dengan membawa Persebaya menjadi juara Liga Indonesia musim 1996/97 serta berhasil melengkapi prestasinya sebagai pencetak gol terbanyak dengan 26 gol. 

Tahun 1998 akibat mendapat ketidakpastian sehubungan dengan reformasi politik di Indonesia Jacksen sempat hijrah ke Singapura dan bermain bersama Geylang United. Akan tetapi hanya semusim di Singapura Jackson kembali lagi ke Indonesia bersama Persebaya musim 1999/00 sebelum akhirnya menutup karir sebagai pemain di klub pertamanya Petrokimia Putra.

Sebagai pelatih Jacksen memulai karirnya di klub Assyabaab kemudian setahun berikutnya direkrut oleh Persebaya. Di musim pertamanya Jacksen langsung menggebrak dan membawa Bajul Ijo menjadi juara Divisi I pada musim 2002/03. Sebuah pencapaian fantastis ketika di musim berikutnya Jackson juga berhasil mengantar Persebaya menjadi juara Divisi Utama Liga Indonesia musim 2003/04.

Selepas itu Jacksen sempat berpindah-pindah klub sebelum akhirnya menangani Persipura tahun 2008. Tim Mutiara Hitam dibawa Jackson hingga disegani Asia dimana Ia berhasil membawa Persipura lolos untuk pertama kali ke babak 16 besar Liga Champions Asia tahun 2011. Sebelumnya Jackson juga telah membawa Persipura menjadi juara ISL dua kali dan menjadi runner-up musim 2010. Sementara untuk pencapaian pribadi Jacksen terpilih sebagai pelatih fairplay ISL musim 2009/10. 

Dalam sebuah wawancara Jacksen pernah mengatakan bahwa Ia memiliki keinginan untuk melatih Tim Nasional Indonesia kelak. Ia juga bahkan menyatakan mencintai Indonesia sebagaimana tanah kelahirannya Brasil. Dengan prestasi yang telah diperlihatkannya bukan mustahil Jacksen F Tiago akan menukangi Tim Garuda di masa yang akan datang.




Karir Sebagai Pemain

Petrokimia Putra (1995-96)
PS Makassar (1996-98)
Persebaya Surabaya (1998-1999)
Geylang United(1999-2000)
Persebaya Surabaya (2001)

Karier Sebagai Pelatih

Assyabab Surabaya (2002, 2003, 2003-2005)
Persebaya Surabaya, Persita Tangerang (2006)
Persiter Ternate (2007)
Mitra Kukar (2008)
Persitara Jakarta Utara (2008)
Persipura Jayapura (2009-…)

Prestasi Sebagai Pemain

Juara di Liga Indonesia III (Persebaya)
Top Skorer III (Persebaya)

Prestasi Sebagai Pelatih

Juara LI X (Persebaa Surabaya)
Juara di ISL 2008-09 dan 2010-11 (Persipura)
Community Shield 2009 (Persipura)
Inter Island Cup 2011 (Persipura)

Sejarah Prestasi Persipura Jayapura


1978/79: JUARA Divisi Satu (promosi ke Perserikatan)
1980: Runner-up Perserikatan
1993/94: JUARA Divisi Satu (promosi ke Liga Indonesia) Liga Indonesia
1994/95: Peringkat ke-8 Wilayah Timur
1995/96: Semi-Final
1996/97: 12 Besar
1998/99: Peringkat ke-4 Wilayah Timur
1999/20: Peringkat ke-5 Wilayah Timur
2001: Peringkat ke-7 Wilayah Timur
2002: Delapan Besar
2003: Peringkat ke-5
2004: Peringkat ke-13
2005: JUARA
2006: Peringkat ke-9 Wilayah Timur
2007: Semi-Final Indonesia Super League
2008/09: JUARA
2009/10: Runner-up
2010/11: JUARA
2011/12: Runer-up Piala Indonesia
2005: 16 Besar
2006: Runner-up
2007: Runner-up
2008/09: Runner-up
2009/10: Semi-Final
2010/ 11: JUARA 
2011/12: Runner Up
2012/13: JUARA 
2013/14: ??? 

Gelar Lain :

2009: JUARA Community Shield
2009: JUARA Piala Keraton
2010: Babak Grup Liga Champions AFC

Sejarah Singkat Stadion Mandala Jayapura


Persipuranews - Stadion Mandala berdiri sejak jaman Belanda disebut Lapangan Sepakbola Dok V dan sangat jarang dipakai untuk pertandingan dan kompetisi. Saat itu kompetisi sepakbola Liga Hollandia Bond lebih banyak menggunakan Lapangan Bergendal atau Lapangan Argapura milik klub PSK Kajoe Pulau dan Lapangan Hollandia Binnen (sekarang Lapangan Trikora).

Lapangan Mandala waktu itu berfungsi ganda, terkadang dipakai untuk Lapangan Upacara Bendera, atau mungkin pula untuk ibadah syukur termasuk Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR). Bahkan saat masih dalam renovasi baru-baru ini dipakai pula untuk ibadah syukur Hari Injil Masuk ke Tanah Papua 5 Februari 2011.

Sekitar 1950 hingga memasuki awal 1960 an, di Kota Hollandia, kini Kota Jayapura, terdapat dua perserikatan atau liga sepakbola. Pertama yang disebut Voetbalbond Hollandia en Omstreken(VHO), Perserikatan Sepakbola Hollandia sekitarnya. Kedua disebut Voetbal Bond Hollandia(VBH).

Pemain-pemain VHO umumnya orang-orang Belanda atau orang-orang Asia asal Hindia Belanda seperti dari Maluku Selatan. Sedangkan klub VBH lebih banyak didukung oleh kesebelasan-kesebelasan orang Papua dari Hollandia sekitarnya. Memang tidak ada garis pembatas yang jelas terhadap asal usul pemain dalam kedua liga tersebut di atas. Ada pula pemain Papua yang bermain dalam Liga VHO dan ada pemain Belanda juga yang bermain di Liga VBH.

Klub-klub Liga ini bermain pada lima lapangan sepak bola di Hollandia sekarang Kota Jayapura antara lain. Pertama, lapangan Berg en Dal, yang dikelola keluarga Strijder, sekarang Lapangan Argapura, milik klub Pesatuan Sepakbola Kajoe Pulo(PSK). Kedua Lapangan Hamadi, sekarang milik klub sepakbola Hamadi Putra. Ketiga Lapangan Kotabaru atau Hollandia Binnen, sekarang Abepura atau Lapangan Trikora milik Pemerintah Kota(Pemkot) Jayapura.

Keempat Lapangan Sentani, dipakai untuk memutar roda kompetisi antar Kampung di wilayah Danau Sentani. Kelima Lapangan Dok V yang sekarang dikenal Stadion Mandala Jayapura, markas besar Persipura Jayapura dan Cenderawasih Papua FC.

Kembalinya Papua ke dalam bingkai NKRI, membuat kompetisi sepakbola nyaris mati alias tak berjalan sama sekali. Inisiatif Pdt Mesak Koibur dan kawan-kawan mulai kembali membangun Persipura Jayapura pada 25 Mei 1965 dan menggagas kompetisi antar klub Persipura di Jayapura. Adapun klub-klub yang ikut meramaikan kompetisi berasa dari Klub Apuse mayarakat Biak Numfor di Jayapura , Klub Yawa milik masyarakat Yapen Waropen, Klub Merapura yang terdiri dari masyarakat asal Merauke di Jayapura, klub POS dari masyarakat Utara Papua termasuk klub-klub lokal Jayapura, PSK Kajoe Pulau, Klub Yoka, Klub Nafri dan Klub Tobati dan Injros.

Kompetisi antar klub di Jayapura lebih sering diputar di Lapangan Argapura karena lapangan ini agak tertutup dan sulit bagi penonton masuk kalau tidak memiliki karcis. Lapangan Argapura dikelilingi tanaman sagu dan terletak di Lembah Argapura sehingga tak bisa dijangkau penonton. Penonton hanya bisa masuk lewat satu pintu saja dan pengontrolan karcis sangat bagus dan panitia pelaksana merasa lebih untung jika bermain di Lapangan Argapura.

Lapangan Argapura sudah mulai jarang digunakan sejak mendiang Pangdam XVII Cenderawasih Brigjen TNI AD Acub Zainal memulai tugasnya di Papua. Sewaktu menjadi Pangdam XVII Cenderawasih 1970-1973 beliau diberi tugas merenovasi Gelora Mandala. Stadion Mandala ini pertama kali direnovasi oleh mantan Pangdam XVII Cenderawasih ini pada tahun 1972-1973. Stadion Mandala dibongkar total, termasuk membuat jalur pembuangan air jika terjadi hujan. Rumput Stadion Mandala pun mulai ditanam hingga tumbuh dan kelihatan menarik sebagai salah satu Stadion kebanggaan masyarakat Irian Jaya.

Setelah renovasi selesai pada tanggal18 Januari 1973, Menteri Ekuin dan juga Ketua KONI Pusat Sri Sultan Hamengku Buwana IX meresmikan stadion Gelora Mandala. Selanjutnya Acub Zainal menyerahkan Stadion Mandala kepada Pemerintah Provinsi Irian Jaya yang diterima langsung oleh mendiang Gubernur Irian Jaya Frans Kaisiepo.

Kemudian Acub Zainal menggagas pertandingan sepakbola antar Kabupaten di Provinsi Irian Jaya untuk memperebutkan Piala Acub Zainal atau lebih populer dengan sebutan Acub Zainal Cup. Laga Acub Zainal Cup diikuti oleh Kabupaten Jayapura dengan Persipura, Kabupaten Biak Numfor dengan PSBS, Kabupaten Jayawijaya dengan Persiwa, Kabupaten Paniai dengan Persinab, Kabupaten Merauke dengan Persimer, Kabupaten Manokwari dengan Perseman, Kabupaten Sorong dengan Persis, Kabupaten Yapen Waropen dengan Perseru dan Kabupaten Fakfak dengan Persifa.

Di antara klub-klub Perserikatan milik setiap Kabupaten hanya Kabupaten Jayapura yang kini melahirkan Persipura dan Persidafon, Persiwa, Perseman, Persiram, Perseru masih bertengger di kompetisi elit. PSBS Biak baru saja masuk ke Divisi Utama PSSI sedangkan Persis Sorong, Persifa, Persinab dan Persimer belum masuk jajaran elit sepakbola di Indonesia. Padahal dalam laga Acub Zainal Cup, Persimer Merauke menundukan Persipura Jayapura dalam laga final di Lapangan Mandala. Persipura dikandaskan Edi Sabenan dan kawan-kawan dari Persimer dengan skor 3-1.

Pasca Acub Zainal Cub, pemain-pemain klub perserikatan di Irian Jaya bergabung menjadi Irian Jaya Selection. Setelah bergabung di Irian Jaya Selection mereka direkrut ke Persipura. Johanes Auri dan Marthin Jopari pemain pilar Perseman ikut bergabung di Persipura. Begitu pula Edi Sabenan dari Persimer Merauke dan Yothan Fonataba, Decky Kewoi dari Persis Sorong.

Sejak Acub Zainal Cup hingga sekarang ini Stadion Mandala telah digunakan sebagai Lapangan bertanding bagi klub-klub elit di Indonesia. Puncaknya pada delapan besar Divisi Utama Wilayah Timur 17 September 2005.

“Ditunjuk sebagai tuan rumah jelas sebagai kebanggan tersendiri bagi masyarakat Papua,” tutur Tommy Mano saat pertama kali menjadi Ketua Panpel Divisi Utama Persipura. Pertandingan delapan besar akan diikuti oleh PSMS Medan, Arema Malang, Persik Kediri. Inilah awal Persipura menjadi Juara Liga Indonesia 2005 dan mengalahkan Persija Jakarta dalam final di Stadion Bung Karno Jakarta dengan skor 3-2.

Kini Stadion Mandala mendapat persetujuan menggelar sepakbola ajang Internasional antara Klub Chonbury asal Thailand dan Klub South China asal Hongkong yang akan bermain di Stadion Mandala. Kapasitas Stadion Mandala sendiri sesuai kursi penonton mampu menampung 12.000 penonton saja.

Mampukah masyarakat pecinta bola di Papua khususnya Kota Jayapura memberikan pelayanan terbaik bagi klub-klub asing yang akan berlaga di Stadion Mandala? Tak tahulah, tetapi yang jelas jika berhasil tentunya dalam putaran kedua Piala AFC tak tertutup kemungkinan Persipura akan menjadi tuan rumah.

Pihak AFC akan memberikan sanksi jika terjadi pelemparan botol sebesar U$ 5000 atau sama dengan Rp 50 juta. Sebelumnya, karena terlambat lima menit masuk bench saat bertanding di laga LCA di Jakarta Persipura didenda sebesar Rp 60 juta. Begitulah resiko masuk ke dalam ajang yang bersifat internasional memiliki banyak persyaratan dan aturan yang sangat ketat. Tak mungkin menghindar lagi, karena Persipura, klub kebanggaan masyarakat Papua ini sudah masuk dalam kancah sepakbola Asia dan juga klub elit Indonesia.

Sejarah Singkat Persipura Jayapura

Berdiri: 1950 / 1963

Alamat: Jl. Balai Kota No.1 Indonesia

Telepon: +62 (0) 967 583742 / 523234

Faksimile: +62 (0) 967 583742

Laman Resmi: http://www.persipurajayapura.com

Ketua: Drs. Benhur Tommy Mano

Direktur: Rudy Maswi

Stadion: Mandala



Sejarah Singkat

Persatuan Sepakbola Indonesia Jayapura atau disingkat Persipura Jayapura, adalah sebuah klub sepakbola profesional Indonesia yang bermarkas di Jayapura, Papua. Saat ini tim berjuluk "Mutiara Hitam" merupakan salah satu kontestan papan atas Indonesian Super League.

Karena Stadion Mandala Jayapura yang menjadi kandangnya sedang direnovasi, tim kebanggaan warga Papua ini terpaksa harus mengungsi ke Stadion Andi Mattalatta, Mattoanging, Makassar, hingga selesainya venue mereka tersebut diperbaiki dan siap digunakan.

Meski telah cukup lama berdiri, prestasi tim asal Papua ini baru mulai terlihat di era sepakbola semi-profesional. Tepatnya setelah tampil sebagai juara Liga Indonesia 2005. Maklum saja karena di era Perserikatan, Persipura hanya mampu menjadi runner-up pada musim 1980.

Kala itu Persipura dikalahkan Persiraja Banda Aceh 3-1, di laga pamungkas yang berlangsung cukup dramatis di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, yang kemudian tampil menjadi juara. Setelah itu prestasi Persipura terus melorot, hingga terlempar ke Divisi Satu.

Memang di level tingkat dua sepakbola nasional kala itu Persipura tampil dua kali juara pada musim 1979 dan 1994. Namun tetap saja hal itu tidak mampu menujukkan eksistensi mereka di pentas sepakbola nasional, hingga akhirnya tampil sebagai juara Divisi Utama.

Memasuki era sepakbola profesional dengan digulirkannya Superliga pada musim perdana 2008/09, tim asal Papua ini menunjukkan penampilan luar biasa untuk merebut gelar juara. Itu seiring dengan semakin membaiknya penampilan beberapa pemain lokal binaan Mutiara Hitam, ditunjang kehadiran pemain asing berkualitas.

Bisa ditebak, skuad yang saat ini dipimpin pelatih Jacksen F Tiago asal Brasil bisa terus melaju dan kembali merebut titel yang hilang pada musim 2009/10 lalu.

Persipura tampil di Liga Champions Asia musim 2010, meski terhenti di fase grup. Kalah 4-1 dan 8-0 dari Jeanbuk, kalah 3-1 dan 5-1 dari Kashima, serta kalah 8-0 dan menang 2-0 atas Changcun. Pada 2011, Persipura tampil di AFC Cup. Mereka mampu melaju hingga babak perempat-final, namun kemudian terhenti di tangan klub Irak, Arbil SC.

Di tengah dualisme kompetisi kasta tertinggi sepakbola nasional pada musim 2011/12, Persipura tetap memilih untuk mengikuti Indonesia Super League (ISL) di bawah pengelolaan PT. Liga Indonesia.

Saat ini Persipura menunjukan tajinya dengan menjadi salah satu tim yang belum terkalahkan dalan kompetisi Indonesia Super League (ISL) dengan menyisahkan beberapa laga tersisa dan memiliki jarak 12 poin dengan pesaing terdekat di peringkat 2 klasemen sementara.

Mampukah tim Papua berjuluk 'Mutiara Hitam' ini keluar sebagai juara dengan status 'Unbeaten' dan menjadi tim pertama dalam sejarah sepakbola indonesia yang memenangi gelar liga tanpa terkalahkan?

Wednesday, June 12, 2013

Pelatih Persisam Akui Kualitas Persipura

Sartono Anwar (Pelatih Persisam)
Persipuranews - Pelatih Persisam Samarinda, Sartono Anwar dalam jumpa pers usai menghadapi Persipura mengungkapkan timnya menderita kekalahan karena kualitas lawan yang dihadapi memang adalah calon juara Indonesia Super League (ISL) musim ini. Sartono bahkan memuji anak asuhnya yang mampu memberikan permainan terbaik untuk mengimbangi Persipura selama 90 menit.

"Kami akui kualitas Persisam dibawah Persipura. Walaupun kami kalah kelas dari Persipura, saya bersyukur anak anak Persisam bermain lepas dan bisa mengimbangi Persipura. Selamat buat Persipura yang mendekati tangga juara ISL," kata Sartono seperti dilansir Liga Indonesia.

Sementara dikubu Persipura, Jacksen F Tiago mengungkapkan rasa syukur dirinya atas hasil yang berhasil dicapai Persipura dalam pertandingan sore (12/6) tadi.

"Kami bersyukur dengan kemenangan ini. Sesungguhnya tim Persipura sedikit kelelahan, karena beberapa pemainnya baru saja ikut timnas, tapi hari ini mereka tampil luar biasa," tutur Jacksen.

Setelah menghadapi Persisam, Persipura akan kembali menjamu Mitra kukar pada hari minggu (16/6) mendatang. Sedangkan bagi Persisam, mereka akan melanjutkan tur Papua menghadapi Persiwa wamena dihari yang sama.

Hempaskan Persisam 4-1, Persipura Tak Terbendung Dipuncak

Selebrasi pemain Persipura usai gol ke-4
(Liga Indonesia)
Persipuranews - Persipura Jayapura sukses mengamankan poin penuh kala bermain di Stadion Mandala. Menjamu Persisam Samarinda rabu (12/6) sore, Boaz Solossa dan kawan kawan berhasil menghempaskan tamunya itu dengan skor telak 4-1.

Sejak kickoff babak pertama dimulai, sinyal positif sudah dikirim Persipura dengan menggempur habis-habisan pertahanan Persisam. Hanya butuh waktu 13 menit, Boaz Solossa sudah membawa Persipura unggul lewat golnya setelah memanfaatkan umpan matang Manu Wanggai didalam kotak penalti.

Setelah gol ini, Persipura terus melancarkan serangan demi serangan untuk mengurung pertahanan Persisam. Al hasil, dua belas menit berselang Persipura mampu menggandakan keunggulan lewat pemain belakang Otavio Dutra. Gol berawal dari umpan tendangan sepak pojok Boaz kedalam kotak penalti dan langsung disambar Dutra untuk merobek gawang Persisam. Skor pun berubah menjadi 2-0 untuk Persipura.

Tertinggal dua gol, Persisam mencoba membalas dengan melakukan beberapa serangan balik lewat Osas saha dan Bayu Gatra, namun solidnya pertahanan tuan rumah memaksa serangan tim tamu selalu menemui jalan buntu.

Persipura sempat menciptakan beberapa peluang emas lewat Ian Kabes diakhir babak pertama, namun usahanya masih gagal. Hingga turun minum skor tetap bertahan 2-0.

Diawal babak kedua, Persisam langsung mengambil inisiatif penyerangan, usaha mereka ini cukup beresiko dengan adanya celah dilini belakang. dan benar, enam menit babak kedua berjalan, Patich Wanggai kembali menambah keunggulan untuk tuan rumah setelah menerima umpan matang dari Otavio Dutra. Kedudukan berubah menjadi 3-0.

Unggul jauh, Jacksen F Tiago merotasi pemainnya dengan memasukan Feri Pahabol dan Lukas Mandowen untuk menggantikan Gerald Pangkali dan Patrich Wanggai. Usaha ini pun berbuah hasil sembilan menit jelang bubaran. Berawal dari pergerakan Feri Pahabol untuk merusak pertahanan Persisam, bola diberikan kepada Lukas Mandowen untuk kembali membobol gawang Persisam. 4-0 Persipura menjauh.

Persisam baru bisa mampu memperkecil kekalahan dimasa injury time, kesalahan Dutra saat kehilangan bola mampu dituntaskan Osas Saha menjadi gol. Skor pun berubah menjadi 4-1.

Tidak ada gol lagi yang tercipta hingga wasit meniup peluit panjang. Dengan kemenangan ini Persipura makin kokoh dipuncak klasemen dengan torehan 60 poin, unggul 12 angka atas Arema yang berada diposisi 2








Tuesday, June 11, 2013

Mengintip Perjuangan Zah rahan Menuju Brazil 2014

Sesi latihan Timnas Liberia pada senin (10/6) pagi
di Monvoria (Liberiansoccer)
Persipuranews - Ambisi playmaker Persipura Jayapura asal Liberia, Zah rahan krangar untuk membawa negaranya lolos ke putaran final Piala Dunia Brazil 2014 memang terbilang cukup berat. Pasca dikalahkan Uganda dengan skor 1-0 pada sabtu (8/6) kemarin, kini Liberia harus terlempar ke juru kunci Grup J Kualifikasi Piala Dunia Brazil 2014 zona Afrika dengan koleksi 4 poin dari 4 kali bermain.

Persaingan digrup J memang terbilang cukup ketat, meski kini berada dijuru kunci grup, Liberia hanya terpaut dua angka dari pemuncak klasemen Senegal yang kini mengemas 6 poin dengan jumlah pertandingan yang sama. Sementara diposisi dua terdapat Uganda dengan torehan 5 poin dan Angola diposisi 3 dengan jumlah poin yang sama dengan Liberia. Namun Angola unggul dalam selisih gol.

Berdasarkan regulasi yang ditetapkan federasi sepakbola afrika (CAF), hanya akan ada satu tim yang berhak melaju kebabak selanjutnya untuk kemudian kembali melanjutkan kualifikasi dengan 9 negara dari grup lain. Melihat situasi seperti ini, praktis hanya juara grup yang berhak melaju ke babak selanjutnya

Dengan menyisakan dua pertandingan, tentunya peluang Liberia untuk keluar sebagai juara grup belumlah tertutup. Syaratnya, Liberia harus mampu menang didua laga sisa termasuk dalam laga terdekat menjamu Senegal di Monvoria (Ibukota Liberia) pada sabtu (15/6) mendatang. Hasil dipertandingan lainnya juga akan sangat menentukan nasib Liberia pada akhirnya.

Setelah Senegal, Liberia akan bertandang ke Angola untuk memainkan laga pamungkas. Namun, laga menghadapi Angola bisa saja sudah tidak menentukan jika Liberia takluk saat menjamu Senegal nanti.

Zah rahan sendiri dalam 4 pertandingan yang sudah dilewati Liberia selalu dimainkan (2 sebagai starter dan 2 dari bangku cadangan). Artinya, kontribusi playmaker Persipura Jayapura ini sangat dibutuhkan dalam Timnas Liberia.

Zah meninggalkan tim menuju negaranya usai Persipura mengalahkan Persija di Jakarta rabu (5/6) lalu. Bahkan, sebelum berangkat Zah meminta doa dan dukungan dari seluruh Persipuramania agar negaranya dapat memperoleh hasil terbaik dibabak kualifikasi ini.

Berjuang terus Zah, Goodluck!

.

Persipura Waspadai Permainan Persisam

Lim Jun Sik saat berduel dengan
Bayu Gatra diputaran pertama
lalu (Liga Indonesia)
Persipuranews - Meski akan bertindak sebagai tuan rumah, Persipura tetap akan mewaspadai permainan tim tamu Persisam Samarinda dalam duel yang akan tersaji besok (12/6) sore di Stadion Mandala Jayapura. Pelatih Persipura, Jacksen F Tiago bahkan mengatakan bahwa Persipura tidak akan mudah melewati pertadingan nanti.

"Pasti pertandingan berlangsung sangat berat, Persisam didukung pemain pemain muda. Semangat mereka sangat tinggi'". kata Jacksen kepada bolanews selasa (11/6) pagi.

Persipura sendiri pasca laga terakhir menghadapi Persija, baru melakukan latihan perdana pada senin (10/6) sore yang dipimpin langsung pelatih Jacksen F Tiago. Selain Bio Paulin (akumulasi) dan Zah rahan (Timnas Liberia), seluruh pemain Persipura dikatakan Jacksen dalam keadaan siap tempur. Kemenangan memang menjadi harga mati bagi Persipura jika ingin terus menjaga jarak dari kejaran para pesaing dipapan atas.

"Seluruh pemain siap tempur," tutup Jacksen.

Hasil imbang tanpa gol saat kedua tim bertemu diputaran pertama menjadi alasan Jacksen laga nanti akan berjalan ketat. Apalagi Persisam sedang dalam performa menanjak pasca menang telak 5-1 atas Persidafon dilaga terakhir.


Persisam Bawa 18 Pemain Jalani Tur Papua

Persisam Samarinda
Persipuranews - Persisam Samarinda akan menjalani laga tandang berat menghadapi Persipura Jayapura (12/6) dan Persiwa Wamena (16/6) dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL). Sadar akan kualitas calon lawannya, tim Pesut Mahakam bertekad untuk bermain baik demi mendapatkan hasil maksimal dalam pertandingan nanti.

"Kami tetap bertekad bisa mendapatkan poin, meski pertandingan di Papua memang cukup sulit, pastinya anak anak tidak akan menyerah begitu saja," kata Agus Coeng (Manajer Persisam) seperti yang dilansir antara.

Dalam lawatan kali ini Persisam hanya membawa 18 pemain dengan alasan demi menghemat biaya agar tidak terlalu besar dalam pengeluaran. Namun begitu, dua punggawa Timnas Persisam yakni M Roby (Timnas Senior) dan Rahel Radiansyah (Timnas U-23) tetap dibawa dalam rombongan tim meski keduanya baru saja membela Timnas beberapa hari lalu.

"Biasanya kami membawa 20 pemain, kali ini lebih sedikit, mengingat biaya yang cukup besar untuk menjalani tur Papua. Roby dan Rahel akan menyusul dari Jakarta untuk bergabung dengan tim," lanjut Agus.

Persisam sendiri telah tiba di Jayapura sejak senin (10/6) kemarin. Dua laga nanti bagi Persisam akan berlangsung berat mengingat pada putaran pertama Persisam ditahan imbang 0-0 Persipura dan bahkan ditaklukan Persiwa 2-0 di Stadion Segiri, Samarinda.

Sunday, June 9, 2013

Juara Grup 5, Persipura U-21 Ke Delapan Besar

Tim Persipura U-21 tampil sebagai juara di grup 5 Indonesia Super League (ISL) U-21 musim ini. Setelah melewati 6 laga di babak penyisihan, Persipura U-21 mengumpulkan 16 poin dari hasil 5 kali menang, 1 kali imbang dan tanpa kalah.

Grup 5 sendiri diisi oleh empat tim asal Papua yakni Persipura U-21, Persiwa U-21, Persidafon U-21 dan Persiram U-21. Namun sejatinya pertarungan di grup ini hanya diikuti oleh 3 tim minus Persiwa U-21 yang tidak mengirimkan timnya dalam kompetisi kali ini. Oleh sebab itu tiap tim yang jadwalnya berhadapan dengan Persiwa U-21 akan langsung menang Walk Out (WO) dengan skor 3-0.

Selain dua kemenangan WO atas Persiwa U-21, tim Persipura U-21 juga mampu mengalahkan tim Persidafon U-21 sebanyak 2 kali dengan skor yang sama yakni 2-0. Sedangkan saat bertemu Persiram U-21, Mutiara Hitam junior dipaksa berbagi angka pada pertemuan pertama dengan skor 0-0 dan mampu menang dipertandingan kedua dengan skor 2-1 pada rabu (5/6) kemarin.

Untuk posisi runner up berhasil ditempati  Persiram U-21 dengan koleksi 11 poin dari hasil 3 kali menang, 2 kali imbang dan sekali menderita kekalahan.

Berdasarkan regulasi, Persipura U-21 sebagai juara grup akan langsung lolos ke babak 8 besar, sedangkan Persiram U-21 akan menunggu hasil di 4 grup lain untuk menentukan 3 runner up terbaik yang juga akan melaju kebabak 8 besar.

Tempat dan tanggal berlangsungnya babak 8 besar sendiri masih akan menunggu keputusan dari PT Liga Indonesia






Zah rahan Main 90 Menit, Liberia Takluk 1-0 Atas Uganda

Zah Rahan Krangar (foto : Liberiansoccer)
Tim nasional Liberia yang diperkuat playmaker Persipura Jayapura, Zah rahan krangar harus mengakui keunggulan tuan rumah Uganda dengan skor 1-0 dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia Brazil 2014 sore (8/6) kemarin waktu setempat.

Tuan rumah yang bermain dihadapan ribuan pendukungnya bahkan langsung unggul cepat saat pertandingan baru memasuki menit ke-4 lewat Tony Mawejje. Setelah skor 1-0, kedua tim bermain lebih terbuka dan saling menyerang, namun hingga turun minum kedudukan tidak berubah untuk keunggulan rumah.

Dibabak kedua Uganda lebih mendominasi permainan dengan lebih banyak menghasilkan peluang. Sementara tim tamu justru bermain tidak efektif dengan lebih banyak melakukan salah passing. Peluang terbaik Zah rahan sendiri datang pada menit 77, sayang percobaan tendangan keras dari luar kotak penalti masih melambung diatas mistar gawang Uganda yang dikawal R.Odongkara.

Tidak ada gol lagi yang tercipta disisa waktu, skor 1-0 pun bertahan hingga laga berakhir untuk kemenangan Uganda. Dengan hasil ini Liberia harus turun keposisi juru kunci Grup J zona`Afrika dengan tetap mengoleksi 4 poin dari 4 kali bermain. Setelah ini, Zah rahan dan kawan kawan akan menjamu Senegal di match day ke-5 sabtu (15/6) mendatang.



Powered by Blogger.

Sample Text

Definition List

Text Widget

statistics

Categories

Sample Text

Labels

Recent Posts

Unordered List

Ads 1

Contact Form

Twitter Bird on The Tree by Persipura Jayapura

Blogumulus by King Harry and Egheezz_

Pages

Popular Posts

Contributors

Blog Archive